Masjid Nabawi

Saat memasuki Masjid Nabawi, perasaan tenang langsung menyelimuti. Masjid ini bukan sekadar bangunan, tetapi sebuah tempat yang penuh dengan sejarah, keagungan, dan ketenangan. Dari kejauhan, kubah hijau ikoniknya memanggil setiap peziarah yang datang, mengisyaratkan bahwa di balik dinding-dindingnya ada kisah besar yang menanti.

Di dalam Masjid Nabawi, salah satu tempat yang paling istimewa adalah Raudhah. Tempat ini dikenal sebagai "taman surga"—sebuah ruang kecil yang dipenuhi lantai berkarpet hijau. Rasanya, semua orang yang datang ke sini merasakan kedamaian yang tak terlukiskan, seolah surga benar-benar mendekat. Saat berdoa di Raudhah, suasana terasa khusyuk, dan hati tergerak untuk menyampaikan segala doa, harapan, dan syukur.

Masjid ini begitu luas, dengan arsitektur yang indah dan detail yang memukau. Pilar-pilar tinggi menjulang, dihiasi ukiran-ukiran halus yang memperindah ruangan. Lantai marmernya selalu bersih, terasa sejuk meski cuaca di luar sangat panas. Ketika berjalan di bawah langit-langitnya yang dihiasi lampu-lampu megah, setiap langkah serasa lebih dekat kepada Allah.

Yang tak kalah menakjubkan adalah kubah masjid yang dapat terbuka saat syuruq atau saat matahari baru saja terbit. Ketika kubah itu terbuka, cahaya lembut matahari pagi menyinari bagian dalam masjid, memberikan suasana yang begitu menenangkan dan membawa perasaan syahdu yang sulit digambarkan. Di bawah cahaya itu, doa-doa yang terucap terasa begitu dekat dengan Allah, seakan langit terbuka dan menyambut setiap harapan yang disampaikan.

Di luar, kubah hijau masjid tampak menjulang sebagai simbol dari tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW. Melihatnya membawa kerinduan yang dalam. Tak jauh dari kubah ini, terdapat Makam Nabi Muhammad SAW, tempat di mana beliau beristirahat bersama dua sahabatnya, Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Setiap peziarah yang lewat di depan makam itu sering menyampaikan salam dan doa dengan penuh haru.

Selain Raudhah dan Makam Nabi, Pelataran Masjid Nabawi juga memiliki keindahannya sendiri. Payung-payung besar yang membentang di luar masjid, terbuka saat siang untuk melindungi para jamaah dari panas matahari, dan tertutup di malam hari, menciptakan pemandangan yang megah. Saat fajar menyingsing atau senja tiba, pelataran ini menjadi tempat favorit bagi para peziarah untuk duduk, berzikir, dan menikmati keindahan masjid yang memancar keemasan saat disinari cahaya matahari.

Di sekitar Masjid Nabawi, kita juga bisa melihat Makam Baqi’, pemakaman kuno tempat beristirahatnya banyak sahabat dan keluarga Nabi. Berada di dekatnya, kita seakan merasakan kedekatan dengan generasi pertama umat Islam, orang-orang yang berjuang bersama Rasulullah.

Setiap sisi dari Masjid Nabawi adalah panggilan untuk mendekat, untuk merenung, dan merasakan ketenangan yang begitu mendalam. Saat berada di sini, kita benar-benar merasakan arti kota Madinah sebagai kota yang penuh kedamaian, seolah-olah hati kita sendiri menemukan tempat istirahatnya. Masjid Nabawi adalah tempat di mana setiap doa terasa lebih dekat, dan setiap langkah menjadi zikir yang terus berlanjut.


 

No comments:

Post a Comment

Mengapa Aku Membuat Blog Ini

 Mengabadikan Kisah dan Berbagi Makna Setiap perjalanan punya cerita, dan perjalanan umrahku adalah salah satu yang paling istimewa. Blog in...