Monday, November 18, 2024

Mengapa Aku Membuat Blog Ini

 Mengabadikan Kisah dan Berbagi Makna

Setiap perjalanan punya cerita, dan perjalanan umrahku adalah salah satu yang paling istimewa. Blog ini aku buat untuk mengabadikan momen-momen itu, agar setiap langkah, doa, dan pengalaman spiritual di tanah suci tetap hidup dalam ingatan dan bisa kubagikan kepada banyak orang.

Umrah ini adalah perjalanan pertama aku ke luar negeri, dan lebih dari itu, sebuah panggilan dari Allah yang luar biasa. Aku ingin membagikan pengalaman ini, bukan hanya untuk berbagi cerita, tetapi juga untuk menginspirasi. Jika aku yang jauh dari kata sholehah bisa memenuhi panggilan-Nya, maka siapa pun juga bisa mendapatkannya.

Melalui blog ini, aku ingin menggambarkan betapa indahnya Madinah dan Makkah, membagikan rasa syukur, serta memberikan wawasan bagi mereka yang ingin tahu lebih banyak tentang perjalanan umrah. Aku berharap, cerita ini bisa menjadi penyemangat dan pengingat bahwa mimpi, sekecil apa pun, bisa Allah kabulkan jika kita percaya.

Semoga blog ini menjadi ruang untuk berbagi rasa, menginspirasi, dan memperkuat harapan. Selamat membaca, semoga kisahku bisa menjadi bagian dari perjalanan spiritual kalian juga. ✨



day 1

Perjalanan Umrah Pertamaku



 Pada tanggal 15 Oktober, sore harinya aku berangkat menuju Jakarta untuk memulai perjalanan umrahku. Setibanya di Jakarta pada malam hari, aku langsung menuju hotel untuk beristirahat. Keesokan paginya, tanggal 16 Oktober, aku berangkat menuju bandara internasional sekitar pukul 04.00 subuh menggunakan bus hotel yang mengantar tamu setiap jamnya.

Sesampainya di bandara, aku segera mencari titik kumpul travelku. Karena waktu sholat sudah tiba, kami melaksanakan sholat terlebih dahulu sebelum kembali berkumpul untuk mendengarkan arahan dari pihak travel. Setelah itu, kami bersama-sama menuju ruang tunggu untuk menaiki pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 07.30 pagi.

Di pesawat, aku duduk bersama abang dan abi. Perjalanan menuju Madinah memakan waktu sekitar 8 jam. Selama penerbangan, aku menikmati keindahan pemandangan dari jendela pesawat, sempat tidur sejenak, dan mencicipi makanan yang disediakan oleh maskapai. Ini adalah pengalaman pertamaku bepergian ke luar negeri, dan aku langsung menuju tanah suci untuk umrah.

Aku merasa begitu bersyukur karena Allah mengabulkan keinginan yang selama ini hanya menjadi angan-angan. Meskipun aku merasa diriku bukanlah seseorang yang alim, Allah tetap memanggilku ke rumah-Nya. Saat berada di pesawat Saudi Arabian Airlines, hatiku penuh haru, dan kata-kata tasbih terus terucap.

Ketika pesawat akhirnya mendarat, aku mendengar pengumuman yang sangat dinanti oleh banyak orang:
"Para penumpang yang terhormat, kita baru saja mendarat di Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah."

Air mataku tak tertahankan. Aku benar-benar tak percaya berada di sini. Setelah turun dari pesawat, aku dan keluarga menyempatkan diri berfoto bersama di bandara. Waktu menunjukkan sekitar pukul 14.00, karena Madinah memiliki perbedaan waktu 4 jam lebih lambat dibandingkan Indonesia.

Dari bandara, kami melanjutkan perjalanan dengan bus menuju hotel. Sepanjang perjalanan, aku terpesona dengan keindahan kota Madinah. Kami tiba di Hotel Grand Plaza Badr Al-Maqam, yang terletak sangat dekat dengan Masjid Nabawi, tepatnya di dekat Gate 338.

Setelah membereskan barang-barang di hotel, aku langsung bersiap untuk sholat Ashar di Masjid Nabawi. Rasanya sangat damai berada di tempat suci ini. Setelah sholat, aku kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak sebelum kembali ke masjid untuk sholat Maghrib hingga Isya. Seusai sholat Isya, kami makan malam bersama di hotel dan memutuskan untuk tidur lebih awal, karena keesokan harinya harus bangun pada pukul 03.30 pagi untuk melanjutkan agenda ibadah kami.

Perjalanan ini adalah bukti kasih sayang Allah yang tak terhingga. Aku masih tak percaya bahwa aku benar-benar di sini, memenuhi panggilan-Nya. ✨


Monday, November 11, 2024

Perjalanan Wisata ke Kota Taif

 Menapak Jejak Sejarah dan Keindahan Alam

Pada tanggal 22 Oktober 2024, saya berkesempatan mengunjungi Thaif, sebuah kota bersejarah yang terletak di Provinsi Mekkah, Arab Saudi. Thaif adalah kota yang memiliki ikatan mendalam dengan perjalanan hidup Rasulullah SAW, tempat di mana beliau berhijrah untuk menyebarkan ajaran Islam pada masa awal dakwah. Kota ini dikenal dengan iklim sejuk dan udaranya yang segar karena berada di ketinggian, dikelilingi oleh pegunungan yang menjadikannya salah satu kota terdingin di Arab Saudi.

Perjalanan saya dimulai dari hotel yang berlokasi tak jauh dari Masjidil Haram. Pagi itu, setelah sholat Subuh di Masjidil Haram, saya kembali ke hotel untuk bersiap-siap, beres-beres, dan sarapan. Kami berangkat menuju Thaif menggunakan bus, yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar lima jam perjalanan. Di tengah perjalanan, kami berhenti untuk makan siang di sebuah tempat makan unik, di mana makanan disajikan dalam nampan besar, satu nampan bisa dinikmati bersama hingga empat atau lima orang. Sungguh pengalaman yang berbeda dan menyenangkan! Saat turun dari bus, udara sejuk Thaif langsung terasa, menyegarkan tubuh dan pikiran setelah perjalanan panjang.

Dalam perjalanan menuju tempat teleferik (kereta gantung) yang sangat ingin saya coba, saya terpesona melihat deretan kebun dan lahan pertanian di sepanjang jalan. Banyak orang lokal menjajakan hasil pertanian khas Thaif, seperti delima, anggur, dan buah ara. Thaif memang terkenal sebagai salah satu kota agraris terbaik di Arab Saudi. Berkat iklimnya yang sejuk, Thaif menghasilkan produk-produk pertanian berkualitas tinggi, termasuk madu dan mawar yang digunakan dalam pembuatan parfum khas daerah tersebut.



Selain keindahan alamnya, Thaif memiliki sejarah penting dalam perkembangan Islam. Thaif adalah kota yang pernah dikunjungi Nabi Muhammad SAW pada tahun kesepuluh kenabian. Saat itu, Rasulullah berhijrah ke Thaif dengan harapan mendapatkan perlindungan dan dukungan dari suku Tsaqif. Namun, Nabi justru menghadapi penolakan yang keras dari penduduk kota tersebut. Meski demikian, beliau tidak pernah putus asa dan tetap mendoakan kebaikan bagi masyarakat Thaif. Peristiwa ini menjadi cerminan ketabahan dan ketulusan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat saya menaiki teleferik di Thaif. Kereta gantung ini membawa pengunjung melintasi lembah dan pegunungan yang menawarkan pemandangan alam Thaif dari ketinggian. Dari atas, saya dapat melihat hamparan hijau kebun buah dan ladang, sungguh pengalaman yang luar biasa. Udara sejuk dan panorama yang indah membuat saya merasa begitu damai. Bagi pengunjung yang ingin merasakan sisi lain dari Thaif, menaiki kereta gantung ini adalah pilihan yang sangat direkomendasikan.

Saat kami kembali ke Mekkah, tiba-tiba hujan turun, menyegarkan jalanan dan menciptakan suasana yang syahdu di sepanjang perjalanan. Setelah hujan reda, saat senja tiba, matahari terbenam dengan anggun di ujung jalan kota Thaif. Langit yang kemerahan dan sinar matahari yang perlahan tenggelam menciptakan pemandangan yang begitu indah, luar biasa, dan tak terlupakan. Saya merasa sangat beruntung bisa menyaksikan momen ini. Masya Allah, Thaif mempersembahkan sebuah keindahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya.

Perjalanan ke Thaif ini mengajarkan saya tentang sejarah dan budaya yang begitu kaya, serta keindahan alam yang memikat. Kota ini berhasil memadukan antara jejak sejarah Islam dan pesona alam, membuatnya menjadi destinasi yang sangat layak dikunjungi oleh siapa pun yang berziarah ke Mekkah atau Madinah. Thaif bukan hanya tempat untuk melihat pemandangan alam yang indah atau menikmati produk pertanian berkualitas, tetapi juga merupakan tempat bagi umat Muslim untuk merenungi perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Bagi saya, Thaif adalah kota yang akan selalu diingat, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai spiritual dan sejarah yang melekat di setiap sudutnya. Kunjungan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan saya, tetapi juga memperdalam rasa syukur dan kecintaan terhadap warisan budaya dan agama yang kita miliki. Thaif akan selalu memiliki tempat istimewa di hati saya.



Masjid Nabawi

 Saat memasuki Masjid Nabawi, perasaan tenang langsung menyelimuti. Masjid ini bukan sekadar bangunan, tetapi sebuah tempat yang penuh dengan sejarah, keagungan, dan ketenangan. Dari kejauhan, kubah hijau ikoniknya memanggil setiap peziarah yang datang, mengisyaratkan bahwa di balik dinding-dindingnya ada kisah besar yang menanti.

Di dalam Masjid Nabawi, salah satu tempat yang paling istimewa adalah Raudhah. Tempat ini dikenal sebagai "taman surga"—sebuah ruang kecil yang dipenuhi lantai berkarpet hijau. Rasanya, semua orang yang datang ke sini merasakan kedamaian yang tak terlukiskan, seolah surga benar-benar mendekat. Saat berdoa di Raudhah, suasana terasa khusyuk, dan hati tergerak untuk menyampaikan segala doa, harapan, dan syukur.

Masjid ini begitu luas, dengan arsitektur yang indah dan detail yang memukau. Pilar-pilar tinggi menjulang, dihiasi ukiran-ukiran halus yang memperindah ruangan. Lantai marmernya selalu bersih, terasa sejuk meski cuaca di luar sangat panas. Ketika berjalan di bawah langit-langitnya yang dihiasi lampu-lampu megah, setiap langkah serasa lebih dekat kepada Allah.

Yang tak kalah menakjubkan adalah kubah masjid yang dapat terbuka saat syuruq atau saat matahari baru saja terbit. Ketika kubah itu terbuka, cahaya lembut matahari pagi menyinari bagian dalam masjid, memberikan suasana yang begitu menenangkan dan membawa perasaan syahdu yang sulit digambarkan. Di bawah cahaya itu, doa-doa yang terucap terasa begitu dekat dengan Allah, seakan langit terbuka dan menyambut setiap harapan yang disampaikan.

Di luar, kubah hijau masjid tampak menjulang sebagai simbol dari tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW. Melihatnya membawa kerinduan yang dalam. Tak jauh dari kubah ini, terdapat Makam Nabi Muhammad SAW, tempat di mana beliau beristirahat bersama dua sahabatnya, Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Setiap peziarah yang lewat di depan makam itu sering menyampaikan salam dan doa dengan penuh haru.

Selain Raudhah dan Makam Nabi, Pelataran Masjid Nabawi juga memiliki keindahannya sendiri. Payung-payung besar yang membentang di luar masjid, terbuka saat siang untuk melindungi para jamaah dari panas matahari, dan tertutup di malam hari, menciptakan pemandangan yang megah. Saat fajar menyingsing atau senja tiba, pelataran ini menjadi tempat favorit bagi para peziarah untuk duduk, berzikir, dan menikmati keindahan masjid yang memancar keemasan saat disinari cahaya matahari.

Di sekitar Masjid Nabawi, kita juga bisa melihat Makam Baqi’, pemakaman kuno tempat beristirahatnya banyak sahabat dan keluarga Nabi. Berada di dekatnya, kita seakan merasakan kedekatan dengan generasi pertama umat Islam, orang-orang yang berjuang bersama Rasulullah.

Setiap sisi dari Masjid Nabawi adalah panggilan untuk mendekat, untuk merenung, dan merasakan ketenangan yang begitu mendalam. Saat berada di sini, kita benar-benar merasakan arti kota Madinah sebagai kota yang penuh kedamaian, seolah-olah hati kita sendiri menemukan tempat istirahatnya. Masjid Nabawi adalah tempat di mana setiap doa terasa lebih dekat, dan setiap langkah menjadi zikir yang terus berlanjut.



Kota cinta dan kedamaian


Aku ingin berbagi cerita tentang sebuah kota penuh sejarah dan kedamaian, kota yang selalu masuk daftar tempat untuk dikunjungi saat umrah. Kota ini bukan sekadar destinasi, melainkan sebuah perjalanan jiwa. Ya, kamu benar. Ini adalah tentang Madinah Al-Munawwarah, kota bercahaya yang setiap sudutnya terasa penuh berkah.

Madinah, dengan segala keindahannya, selalu memanggil untuk kembali. Tak peduli seberapa sering aku berkunjung, Madinah selalu memiliki caranya untuk membuat hati ini terpikat dan tak bisa berpaling. Kota ini adalah tempat di mana kisah-kisah besar Islam dimulai, tempat hijrah Nabi Muhammad SAW dan saksi bisu berkembangnya peradaban yang mengubah dunia.

Di Masjid Nabawi, di bawah langit yang senantiasa menaungi orang-orang yang beribadah, aku menemukan kedamaian yang tak bisa kutemukan di tempat lain. Raudhah, sebuah taman yang disebut-sebut sebagai taman surga, menjadi tempat favorit para peziarah untuk meluapkan doa dan harapan. Rasanya seperti waktu berhenti di sana, seolah aku sedang menyusuri lorong-lorong masa lalu, berjalan bersama sejarah.

Setiap sudut Madinah membawa kehangatan dan kerinduan. Dari keramahan penduduknya, yang membuat siapa pun merasa seperti bagian dari keluarga besar, hingga suasana kota yang begitu tenang dan damai. Madinah bukan hanya kota; ia adalah perasaan, sebuah kenangan yang selalu akan tersimpan di hati. Tempat di mana setiap langkah adalah doa, dan setiap tatapan mengarah pada jejak-jejak perjalanan Rasulullah SAW.

Madinah Al-Munawwarah, kota yang memanggil hati untuk tetap tinggal, kota yang indah dalam setiap makna, membuatku semakin yakin bahwa tidak ada kota lain yang bisa menandingi kedamaian yang ia tawarkan.






The Intro Corner

 Hey, guys! Nama aku Azzahra Afnan Shobary, dan aku yang nulis di blog ini. I'm 17 years old, and ya, I’m currently a 12th grader at SMAN 1 SUMBAR. Di sini, aku bakal share cerita dan thoughts aku tentang perjalanan umroh yang pernah aku jalani. Aku bikin blog ini karena aku suka banget ngobrolin hal-hal kayak gini, dan siapa tahu bisa connect sama kalian yang punya interest yang sama. So, feel free buat explore, dan jangan ragu untuk drop a comment. Can’t wait to share this journey with you all!



Contact Me

 Hey there! Thanks for dropping by my blog. If u have any question, feedback, atau cuma mau say hi, feel free to reach out! I’d love to hear from you and will try to reply as soon as I can.

How to reach me:

  • Email: azzahrashobary@gmail.com
  • Instagram: @azhraa.as
  • Telegram: @chocoszr

Kamu juga bisa langsung isi form di bawah ini, and I’ll get back to you as soon as possible!

Jangan ragu untuk menghubungi, ya! I'm excited to connect with u, so feel free to reach out anytime. Let’s chat soon!

Mengapa Aku Membuat Blog Ini

 Mengabadikan Kisah dan Berbagi Makna Setiap perjalanan punya cerita, dan perjalanan umrahku adalah salah satu yang paling istimewa. Blog in...